Never end for my Country

Tunjukkan pemuda Indonesia bahwa kalian bisa berprestasi...

Subscribe
Add to Technorati Favourites
Add to del.icio.us

Dr. Hidayat Nur Wahid, Ketua MPR, mengatakan kepada pers tadi siang sehabis memberikan khutbah Jumat di Masjid Al-Azhar Jakarta, bahwanyanya kondisi sekarang ini memang sangat sulit untuk membantu rakyat Palestina di Jalur Gaza. “Beberapa hari yang lalu, saya menemui para pemimpin negara Islam Timur Tengah di Qatar, dan mereka tampak mempunyai posisi yang sulit karena desakan Israel yang didukung oleh AS.” Ujarnya.

Ia pun sempat menemui korban-korban kekejaman Israel yang sudah dievakuasi di Yordan.. “Saya mengatakan kepada mereka bahwa rakyat Indonesia selalu bersama warga Palestina. Saya terangkan bahwa muslim di Indonesia dihalangi oleh berbagai aturan visa, passport, dan terutama biaya. Tapi selalu, rakyat muslim Indonesia tidak pernah meninggalkan mereka.” tandasnya dengan mata yang berkaca-kaca. “Mereka menyambutnya dengan haru dan menyatakan terima kasih setinggi-tingginya kepada rakyat Indonesia. Dan mereka mengatakan bahwa dukungan seperti itulah yang sangat mereka butuhkan saat ini.”

Lebih jauh lagi, Dr. Dayat—begitu beliau biasa dipanggil—mengajak muslim Indonesia khususnya untuk tak pernah berhenti memberikan dukungan kepada Palestina. “Palestina itu dijajah oleh Israel. Jangan pernah kita lupa untuk berdoa kepada Allah swt supaya rakyat Palestina kembali mendapatkan kembali haknya.”
Selengkapnya…

Peringkat tiga perguruan tinggi negeri (PTN) Indonesia, yakni Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) naik dan masuk ke peringkat 400 PTN tingkat dunia.


Berdasarkan ranking universitas yang dipublikasikan oleh the Times Higher Education Magazine-QS (THE-QS) Senin (13/10) malam, UI pada tahun ini berhasil naik ke peringkat 287 dari sebelumnya peringkat 359.

Sedangkan peringkat ITB naik dari peringkat 369 tahun lalu menjadi peringkat 315. Dan peringkat UGM naik ke ringkat 316 dari peringkat 360 sebelumnya.

Peringkat THE-QS sendiri dinilai berdasarkan kualitas penelitian (research quality), kesiapan kerja lulusan (graduate employability), pandangan internasional (international outlook), dan kualitas pengajaran (teaching quality).

Meski peringkat ketiga PTN tersebut tahun ini naik, namun peringkat tersebut sebenarnya masih jauh dibanding tahun 2006, dimana UI, ITB dan UGM berada di peringkat 250, 258 dan 270.

Meski naik, sebenarnya PTN Indonesia masih jauh tertinggal dengan perguruan tinggi lainnya di Asia. Pada peringkat teratas universitas se-Asia, diduduki oleh The University of Tokyo (peringkat 19), sedang the National University of Singapore (NUS) menduduki peringkat tertinggi di Asia Selatan (peringkat 30).

Rektor ITB Djoko Santoso menyatakan tantangan lebih besar telah menunggu untuk terus naik peringkat. Jalannya, kata dia, terus melakukan inovasi ilmu pengetahuan dan meningkatkan SDM. Untuk mencapainya, dia meminta pemerintah memfasilitasi infrastruktur perguruan tinggi mulai dari moral sampai materi. "Mulai dari perspektif hingga bantuan pendanaan," ujarnya.

Selain naik peringkat tingkat universitas, Djoko menjelaskan, ITB juga mendapatkan peringkat ke-90 berdasarkan bidang teknologi. "Tahun lalu hanya peringkat 114," kata dia.

Sementara itu, Rektor UI Gumilar Rusliwa Sumantri mengatakan UI akan terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme. UI, kata dia, akan mengembangkan konsep enterprising universty dengan mengembangkan kemampuan pendanaan melalui eksplorasi aset dan kapital intelektual. "Kita juga akan memperkokoh diri sebagai sebuah e-university yang mempunyai kemampuan dan akses besar untuk meletakkan fokus penelitian berada di depan," kata dia.
Selengkapnya…